Kamis, 18 Agustus 2016

Doa Terselebung

Ada yang bilang ucapan itu doa ati-ati kalo bicara. Ya pada kenyataannya apa yang kita takutkan dan apa yang sering kita ucapkan baik sengaja maupun ridak justru kadang menjadi kenyataan. Maka biasakanlah bicara yang baik baik dan berprasangka yang positf. Kadang kita takut gagal, mau melangkah pun jadi ragu,langkahnya kurang pasti karena ada ragu dan takut akhirnya benar - benar gagal yang di dapat. Namun klo kita berprasangka positif maka keyakinan dan semangat lah yang menjadikan kita pantang untuk menyerah dan terus berusaha meraihnya walau pun sulit. Percaya diri dan berpikir positif tidak ada yang tidak mungkin asal kita berusaha.

Banyak orang yang susah untuk percaya diri apa lagi percaya ke orang lain. Biasanya karena trauma dan ketakutan yang berlebihan membuat pikirannya susah untuk berprasangka baik dan percaya. Jangankan ke orang lain ke diri sendiri dan Tuhannya pun kurang yakin. Sungguh tiada yang pantas ditakuti di dunia ini selain azab dari tuhan, pasrahkan dan yakin lah tuhan akan kasih yang terbaik buat kita. Keluarlah dari belenggu ketakutan.Bukan diam dalam belenggu ketakutan dan ketidak percayaan diri, apa lagi membelenggu orang dekatnya.

Ada dua kemungkinan orang tidak mudah percaya dan takut kepada orang lain. Pertama taruma sering di sakiti, kedua dia nya sendiri yang sering melakukan itu ke orang lain. Sehiingga susah untuk percaya dan selalu berprasangka buruk. Pada akhirnya keburukan pula yang menimpanya. Ketakutan yang selama ini di takutkan pun terjadi. Orang takut di selingkuhi misalnya.. akhirnya dia begitu ketat terhadap pasangannya, segallanya di atur, membelenggu orang lain justru membuat pasangannya tidak nyaman. Semakin erat kekangan semakin keras pula berusaha lepas. Kepercayaan yang kurang didapat lammbat laun membuat lelah. Tuduhan-tuduhan yang tak beraalasan kadang membuat kesal dan akhirnya tuduhan yang tak terbukti itu menjadi doa dan terkabul. Terlalu takut,terlalu mudah percaya memang tidak baik. Apapun itu yang berlebihan tidak ada yang baik. Kuncinya yakin dan percaya Tuhan selalu ada dan melihat kembalikan semua kepadanya. Tuhan maha pengasih dan penyayang tidak mungkin membiarkan hamba yang disayangi di sakiti. Setiap perbuatan akan ada balasan, berprasangka positif dan selalu berpasrah insya Allah hidup kita lebih tenang. Tiada lagi rasa takut akan hal yang belum terjadi, karena kita tahu semua telah di rencanakan dengan baik oleh Tuhan, manusia tinggal menjalankan skenarionya.


Rabu, 17 Agustus 2016

Dengarkan, Amati, Baru Simpulkan

Manusia di anugerahi 2 telinga, 2 mata tapi hanya 1 mulut , kurang lebih kita harus lebih banyak mendengar dan melihat (mengamati) sebelum berbicara. Bahkan Tuhan sendiri yang maha segala-galanya lebih menonjolkan sifatnya yang maha mendengar dan maha melihat, tidak menonjolkan maha berucap atau berkata. Tidak baik untuk asal bicara tanpa mendengar dan melihat lebih banyak terlebih dahulu, karena lidah itu lebih tajam daripada pedang kalo kata pepatah. Banyak kesalah pahman dan pertengkaran terjadi karena mata dan telinga yang kurang di berdayakan. Begitu mendengar atau melihat sekali sudah berani menilai dan memfonis salah atau benar. Benar dan salah bagi manusia yang satu dan yang lain itu berbeda, masing-masing punya pendapat dan pemikiran yang berbeda.


Mirisnya lagi dijaman sekarang orang dengan begitu mudah percaya dan mudah sekali menilai seseorang hanya dari satu sumber. Banyak diantara kita hanya melihat berita di media masaa langsung saja percaya tanpa menelaah benar atau tidaknya, bahkan menyebarkannya ke orang lain. Setiap orang punya hak untuk membela diri saat ada kabar yang kurang baik menimpanya. Setiap orang yang berpotensi marah akan kabar itu seyogyanya memberi kesempatan kepada yang tersangka untuk menjelaskan. Barulah bereaksi, bukan bereaksi di dahulukan, karena ketika emosi sudah menguasai akal pun tidak sehat , kuping tak mau mendengar penjelasan lagi.

Dunia ini penuh tipu daya, apa yang kita lihat kadang berbeda sekali dengan kenyataan, ketika kita melihat seorang yang rapi berdasi dan berjas tak tahunya seorang copet, ketika kita mendengar pun kadang ada yang dikurangi atau ditambah dari keadaan aslinya. Kadang juga kita lebih mendengar bisikan nafsu, bukan bisikan hati nurani. Lebih bijaklah memaki anugerah tuhan, anugerah yang begitu indah ini selayaknya kita gunakan untuk hal hal yang indah pula, bukan untuk menyakiti orang lain, baik sengaja maupun tidak sengaja karena kurangya kita memberi porsi penggunaan mata dan telinga. Kalau bingung dan masih ragu mending DIAM.. Diamnya merupakan Emas daripada asal bicara salah.

Obat Hati

Kalau bang Megi Z bilang lebih baik sakit gigi daripada sakit hati. Ada benarnya juga,karena jelas kemana kita harus berobat atau mencari obat. Namun kalau sakit hati itu sepertinya susah, ga jelas harus bagaimana dan dimana tempat untuk berobatnya. Padahal kalau kita tahu justru lebih mudah dan lebih hemat. Ketika hati gelisah tak tenang,pikiran entah kemana, ruwet bundet ga tahu harus bagaimana. Segeralah Istighfar dan bersandarlah ke sang maha pencipta.

Seperti lagu letto.. Hanya sekejap ku berdiri (mendirikan solat), kulakukan sepenuh hati (khusuyk).Siang dan malam yang berganti (suka dan duka) / Sedihku ini tak ada arti, jika engkaulah sandaran hati...semua kita pasrahkan kepada yang maha kuasa dan minta petunjuknya. Namun tentu tidak semua orang langsung tersadar dan segera kembali ke tuhan saat sedang mengalami sakit hati ini.

Sakit hati pasti di rasakan semua manusia, kalau ada orang yang bilang ga pernah sakit hati berarti dia bukan manusia. Nyatanya sekarang banyak casingnya doang manusia namun perilakunya kadang lebih keji dari binatang. Obat hati yang lainnya jg ada 5 biasa didengarkan dalam sair tombo ati...dan tentu itu lebih mudah dan murah daripada obat sakit gigi.

Namun ada pula obat yang tak kalah manjur bagi seorang sperti saya.. apa itu ? Hobbi.. ya bagi kebanyakan kaum lelaki hobby menjadi pelarian kadang-kadang samapai lupa segalanya. Namun tetaplah itu hanya obat sementara, sperti obat bius.. ketika biusnya habis sakitnya berasa lagi. Apa lagi seperti saya yang hobinya main bola.. masa harus main bola sepanjang waktu ? mati aja saya... bersambung ngga?? liat aja ntar..lum ada inspirasi lagi..



Loneliness

Setiap manusia butuh waktu untuk sendiri dari orang lain,bahkan orang terdekat. Namun sungguh tak pernah kita sendirian, selalu ada tuhan jika kita ingat, ada juga setan yang selalu berbisik. Ketika tiada satu orangpun yang mengerti dan memahami, sendiri adalah cara yang nikmat untuk recover. Namun selalu lah kita harus ingat kepada yang menciptakan kita, agar kesendirian kita sebenarnya sedang berlari dan mengadu kepada yang maha mengerti, agar kita tidak salah langkah. Bersandarlah dan mengadu kepada_Nya, semga kita dituntun ke jalan yang benar.

Sehebat apapun manusia tetaplah manusia,, yang mempunyai 2 sisi, sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Dunia ini selalu paradoks kata presiden Republik Jancukers sujiwo tejo. Sebagai individual manusia menjadi egois namun sebagai makhluk sosial tidak bisa hidup sendiri, maka egois itupun harus dipakai pada saat yang tepat. Ada kalanya kita menahan ego demi situasi yang lebih kondusif. bersambung......

Who am I ?

Amin Nur Hasan... yaa.. orang tuaku menyebutku demikian. Entah apa yang mereka di harapkan de seorang Amin Nur Hasan ??.. Lahir sebagai anak ke 2 di sebuah keluarga sederhana. Kata orang anak pertama akan lebih bisa mandiri karena dia lahir di saat kedua orang tuanya dalam masa penuh perjuangan. Perjuangan bukan selalu tentang ekonomi,perjuangan membangun pondasi rumah tangga.Dimana dalam 5 tahun awal adalah fase paling berat. Ya..kakak saya emang orang yang kuat dan mandiri. Dari sejak SD biarpun mungil tapi selalu bisa di andalkan. Dia orang yang lantang,pandai bercakap dan sangat baik dalam berinteraksi. Walaupun dia perempuan dia bahkan jadi pemimpin upacara. Banyak sekali prestasinya, hampir setiap lomba yang diikuti pasti dapet gelar juara, baik 1,2 maupun 3. Sekarang hampir genap Usianya 29 thn seminggu lagi. Dia anak pertama yang pastinya membanggakan.

Lain dia lain saya,kami sangat berbeda,dia mewarisi kehebatan ibunya.Ibuku seorang yang aktiv dan pandai berorganisasi. Alumni sebuah pondok pesantren di daerahku. Bahkan menjadi salah 1 santri kesayangan pengurus pondok tersebut.Dulu aku sering di ajak bersilaturahim ke Pondok pesantren itu.Setiap lebaran, aku benar-benar kagum. Hingga setelah lulus SD aku minta masuk pondok pesantren sambil sekolah di MTS. Ayahku yang selalu meracuni kupingku dari kecil dengan lagu-lagu karya Roma Irama, membuat Amin kecil ingin sekali seperti Bung Roma. Seorang musisi dan seorang Da'i. Tentu langkahku harus ku mulai dari pondok pesantren, namun kasih sayang orang tuaku yang begitu besar,membuat mereka tak tega melepasku kesana.Dan aku tak pernah punya keberanian untuk melawan orang tua.Aku tidak seperti kakaku yang penuh prestasi itu,aku berbeda, aku dibekali iq yang lebih tinggi.Aku tidak dibekali kecakapan dan keberanian seperti yang kakaku dapat.Bahkan aku tak pernah juara di setiap lomba yang kuikuti. Namun aku bisa juara di kelas.Walau cuma 2 kali tapi selebihnya antara ranking 2,3.Aku hanya menang 2 kali dari Kakaku.



Sekarang kami telah dewasa, kami telah mempunyai kehidupan kami sendiri dengan pasangan dan anak kami masing-masing. Sekali lagi aku kalah, walau sederhana kakaku sudah tenang sehari-hari masih bisa bertemu ayah dan ibu. Sedangkan aku masih berjuang di tanah rantau. Kali ini aku tidak ada niat untuk menjadi seperti dia,aku punya kehidpuan dan cara sendiri. Aku tahu tuhan memberi kami perbedan, kelebihan dan kelemahan yang berbeda. Maka aku tidak mungkin mencoba lagi meniru langkah dia.Aku seorang lelaki tentu harus lebih kuar dan mandiri,walau bukan rumusnya bagi anak ke dua. Tanah rantau begitu banyak merubah dan mengajariku,membentuk diri ini. Tapi belum bsa mengembalikan diriku menjadi manusia yang seutuhnya. Aku merasa menjadi manusia yang seutuhnya ketika ditanah rantau sebagai seorang pelajar. Aku berlajar benar bagaimana, mandiri,hidup bersama orang yang selama ini tak pernah bertemu sebelumnya.Melihat dan merasakan peristiwa-peristiwa diluar dugaan akal sehat. Itu semua rahasia dan kebesaran Tuhan..

Zaman mankin maju,makin berat. Namun kebesaran dan kekuasaan Tuhan selalu lebih. Kegagalan demi kegagalan,keluar masuk jurang berkali kali kulalui.Entah harus berapa kali lagi aku masuk jurang, kadang aku berpikir aku tak cocok di tempat ini, aku ingin pulang,namun ada saja halangannya.Mungkin tuhan sedang menunjukan kepadaku,bahwa bekalku sangatlah minim,ujianku masih belum selesai disini.Entahlah nyambung ga nyambung... bersambung