Manusia di anugerahi 2 telinga, 2 mata tapi hanya 1 mulut , kurang lebih kita harus lebih banyak mendengar dan melihat (mengamati) sebelum berbicara. Bahkan Tuhan sendiri yang maha segala-galanya lebih menonjolkan sifatnya yang maha mendengar dan maha melihat, tidak menonjolkan maha berucap atau berkata. Tidak baik untuk asal bicara tanpa mendengar dan melihat lebih banyak terlebih dahulu, karena lidah itu lebih tajam daripada pedang kalo kata pepatah. Banyak kesalah pahman dan pertengkaran terjadi karena mata dan telinga yang kurang di berdayakan. Begitu mendengar atau melihat sekali sudah berani menilai dan memfonis salah atau benar. Benar dan salah bagi manusia yang satu dan yang lain itu berbeda, masing-masing punya pendapat dan pemikiran yang berbeda.
Mirisnya lagi dijaman sekarang orang dengan begitu mudah percaya dan mudah sekali menilai seseorang hanya dari satu sumber. Banyak diantara kita hanya melihat berita di media masaa langsung saja percaya tanpa menelaah benar atau tidaknya, bahkan menyebarkannya ke orang lain. Setiap orang punya hak untuk membela diri saat ada kabar yang kurang baik menimpanya. Setiap orang yang berpotensi marah akan kabar itu seyogyanya memberi kesempatan kepada yang tersangka untuk menjelaskan. Barulah bereaksi, bukan bereaksi di dahulukan, karena ketika emosi sudah menguasai akal pun tidak sehat , kuping tak mau mendengar penjelasan lagi.
Dunia ini penuh tipu daya, apa yang kita lihat kadang berbeda sekali dengan kenyataan, ketika kita melihat seorang yang rapi berdasi dan berjas tak tahunya seorang copet, ketika kita mendengar pun kadang ada yang dikurangi atau ditambah dari keadaan aslinya. Kadang juga kita lebih mendengar bisikan nafsu, bukan bisikan hati nurani. Lebih bijaklah memaki anugerah tuhan, anugerah yang begitu indah ini selayaknya kita gunakan untuk hal hal yang indah pula, bukan untuk menyakiti orang lain, baik sengaja maupun tidak sengaja karena kurangya kita memberi porsi penggunaan mata dan telinga. Kalau bingung dan masih ragu mending DIAM.. Diamnya merupakan Emas daripada asal bicara salah.
Mirisnya lagi dijaman sekarang orang dengan begitu mudah percaya dan mudah sekali menilai seseorang hanya dari satu sumber. Banyak diantara kita hanya melihat berita di media masaa langsung saja percaya tanpa menelaah benar atau tidaknya, bahkan menyebarkannya ke orang lain. Setiap orang punya hak untuk membela diri saat ada kabar yang kurang baik menimpanya. Setiap orang yang berpotensi marah akan kabar itu seyogyanya memberi kesempatan kepada yang tersangka untuk menjelaskan. Barulah bereaksi, bukan bereaksi di dahulukan, karena ketika emosi sudah menguasai akal pun tidak sehat , kuping tak mau mendengar penjelasan lagi.
Dunia ini penuh tipu daya, apa yang kita lihat kadang berbeda sekali dengan kenyataan, ketika kita melihat seorang yang rapi berdasi dan berjas tak tahunya seorang copet, ketika kita mendengar pun kadang ada yang dikurangi atau ditambah dari keadaan aslinya. Kadang juga kita lebih mendengar bisikan nafsu, bukan bisikan hati nurani. Lebih bijaklah memaki anugerah tuhan, anugerah yang begitu indah ini selayaknya kita gunakan untuk hal hal yang indah pula, bukan untuk menyakiti orang lain, baik sengaja maupun tidak sengaja karena kurangya kita memberi porsi penggunaan mata dan telinga. Kalau bingung dan masih ragu mending DIAM.. Diamnya merupakan Emas daripada asal bicara salah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar